Profil Kabupaten Labuhanbatu

Motto                          : Ika Bina En Pabolo

Provinsi                       : Sumatera Utara

Ibu kota                       : Rantauprapat

Luas                             : 2.561,38 Km2

Penduduk

Jumlah                         : 462.191 jiwa (Data Tahun 2015:Kantor Catatan Sipil)

Pembagian administratif

Kecamatan                  : 9

Desa / Kelurahan        : 98

Hari Jadi                         : 17 Oktober 1945

Kabupaten Labuhanbatu dengan Ibukotanya Rantauprapat memiliki luas wilayah 256.138 Ha atau 2.561,38 Km2 atau setara dengan 12,87% dari luas Wilayah Propinsi Sumatera Utara. Sebagai Kabupaten terluas kedua setelah Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhanbatu merupakan jalur lintas timur Pulau Sumatera dengan jarak 285 km dari Medan, Ibukota Propinsi Sumatera Utara, 329 km dari Propinsi Riau dan 760 km dari Propinsi Sumatera Barat. Kabupaten Labuhanbatu terletak pada koordinat antara 1o41,– 2o44 LU (Lintang Utara) dan 99o33- 100o22BT (Bujur Timur) dengan ketinggian 0 sampai 700 meter di atas permukaan laut dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :

»Sebelah Utara Labuhanbatu berbatasan dengan Selat Malaka dan Kabupaten Labuhanbatu Utara

»Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Riau.

»Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Padang Lawas Utara.

»Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Letak Wilayah Kabupaten Labuhanbatu berada pada kawasan Pantai Timur Pulau Sumatera. Selain itu juga mempunyai posisi yang sangat  strategis karena dilintasi jalur antar provinsi dan berada dipersimpangan antara Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Setelah mengalami pemekaran menjadi 3 kabupaten, Kabupaten Labuhanbatu (induk) memiliki luas 2.561,38 Km2 dari 9.223,18 Km2 luas sebelumnya atau 27,7 % dari luas sebelumnya Kabupaten Labuhanbatu yang dulunya memiliki 22 kecamatan, dengan pemekaran menjadi 9 kecamatan.

Kabupaten Labuhanbatu mempunyai kedudukan yang cukup strategis, yaitu berada pada jalur lintas timur Sumatera dan berada pada persimpangan menuju Propinsi Sumatera Barat dan Riau, yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah di Sumatera dan Jawa serta mempunyai akses yang memadai ke luar negeri karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka.

LAMBANG KABUPATEN LABUHANBATU

(Gambar Perisai)
Bentuk Perisai bersegi lima, bermakna tetap menjiwai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

(Gambar Tepak Sirih)
Tepak Sirih, menunjukkan Daerah Kabupaten Labuhanbatu memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang tinggi.

(Gambar Pohon Karet, Ikan Terubuk, dan Buah Kelapa)
Pohon Karet, Ikan Terubuk dan Buah Kelapa menggambarkan penghasilan utama Daerah Kabupaten Labuhanbatu dan Kebanggaan Daerah Kabupaten Labuhanbatu dengan Ikan Terubuknya.

(Gambar tujuh belas butir padi, delapan bunga kapas, empat puluh lima mata rantai)
Tujuh Belas Butir Padi mengingatkan tanggal 17, Delapan bunga kapas menunjukkan bulan 8 dan Empat puluh lima Mata Rantai Persatuan menunjukkan Tahun 1945, yaitu Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

(Gambar satu bintang bersinar)
Satu Bintang bersinar Lima, menunjukkan bahwa Daerah Kabupaten Labuhanbatu tetap berpegang pada kebijaksanaan musyawarah, pada Undang-Undang Dasar 1945 yang berlandaskan Pancasila.

(Gambar Bambu Runcing)
Bambu runcing, menunjukkan bahwa Daerah Kabupaten Labuhanbatu suatu Daerah yang tidak pernah ketinggalan dalam perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia.

 

ARTI SEMBOYAN LAMBANG DAERAH IKA BINA EN PABOLO

Berarti ini dibangun itu diperbaiki. Dalam arti yang luas, semboyan ini bermakna kekompakan/kerjasama atau gotong royong dalam membangun dan memperbaiki sesuai dengan bidang/fungsi dan kemampuan masing-masing, sehingga terwujud apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Labuhanbatu.