Kegiatan

Balitbang Kabupaten Labuhanbatu dan BPTP Propinsi Sumatera Utara menjadikan Desa Selat Beting sebagai lokasi Demfarm Inovasi Teknologi Peningkatan Indeks Pertanaman pada Lahan Sawah Tadah Hujan

Manfaat Kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sumatera Utara yang telah terjalin sejak tahun 2018 telah terlaksananya pengkajian tentang upaya mempertahankan keberadaan lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Labuhanbatu. Melalui pengkajian yang telah dilaksanakan diketahui bahwa lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Labuhanbatu sebagian besar masih melakukan penanaman padi sekali dalam setahun (IP 1) yang sangat mempengaruhi produktivitas lahan dan pendapatan petani.

                Jumlah Indeks Pertanaman (IP) yang dilakukan petani erat kaitannya dengan sarana prasarana pendukung khususnya terkait dengan penyediaan air irigasi untuk melakukan penanaman padi. Pada lahan sawah tadah hujan air yang diharapkan terutama bersumber dari air hujan serta air pasang dari sungai yang masuk ke areal persawahan sehingga pada saat musim hujan air akan melimpah bahkan tidak jarang mengalami kebanjiran namun pada saat musim kemarau air sulit diperoleh dan tanah menjadi kering dan retak-retak. Disamping pengelolaan air yang tergantung keadaan alam tantangan serangan hama juga relative tinggi jika melakukan penanaman diluar musim tanam raya.

                Desa Selat Beting Kecamatan Panai Tengah beberapa tahun terakhir telah mencoba melakukan penanaman dua kali dalam setahun (IP2) meskipun belum secara menyeluruh. Hal tersebut sangat penting didukung oleh semua pihak terutama untuk memotivasi petani yang belum melakukan IP2 serta memberikan dorongan bagi petani yang telah melakukan IP2 agar terus berupaya meningkatkan produktivitas usaha taninya melalui adaptasi inovasi teknologi terkini mulai dari pemanfaatan benih unggul, pola tanam, pemupukan berimbang, pengelolaan air yang tepat guna, pengendalian hama penyakit yang efektif dan efisien serta penanganan yang tepat pada saat panen maupun pascapanen.                

BPTP dalam pelaksanaan demfarm yang dilakukan telah memfasilitasi ketersediaan benih padi varietas INPARI 32 yang berasal dari Balai Besar Tanaman Padi Suka Mandi, Subang – Jawa Barat. Disamping itu BPTP juga menyediakan paket inovasi teknologi yang sesuai digunakan pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Labuhanbatu. pada saat penyerahan benih yang dilakukan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu Bapak Hobol Zulkifli Rangkuti, S.Sos, MM dan Perwakilan BPTP Bapak Ir. Helmi, MSi tampak para Petani sangat antusias untuk melakukan IP2 yang dikenal dengan istilah “Balik Damen”. Dampak dari kegiatan ini diharapakan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam peningkatan IP lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Labuhanbatu sehingga petani padi semakin sejahtera dan ketahanan pangan semakin meningkat.