Tak Berkategori

Koordinasi Pembentukan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) ke Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan

Jakarta: Kaban Balitbang Kabupaten Labuhanbatu Hobol Zulkifli Rangkuti, S.Sos, MM dan ASN Balitbang Kabupaten Labuhanbatu, di sambut oleh Kasubbid Kawasan Sains dan Teknologi Yani Sofyan (Kemenristek Dikti) dan Ragil Yoga Edi Kapus Pemanfaatan Inovasi dan Teknologi (LIPI). Koordinasi dilakukan dalam rangka pebentukan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) di Kabupaten Labuhanbatu untuk meningkatkan daya saing daerah berbasis sumberdaya lokal.

Dalam rangka mempermudah terjadinya interaksi dan komunikasi antar pelaku utama yang terlibat dalam penciptaan inovasi, baik pengembang teknologi, pengguna teknologi maupun fasilitator dan intermediator maka pemerintah daerah perlu menyediakan satu kawasan yang disiapkan secara khusus untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya industri, khususnya industri kecil menengah berbasis inovasi yang akan memfasilitasi aliran invensi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Pembangunan Taman Sains dan Teknologi di Kabupaten Labuhanbatu menjadi suatu kebutuhan dan sangat potencial untuk dikembangkan. Hal tersebut didukung oleh potensi sumberdaya alam daerah Kabupaten Labuhanbatu sebagai sentra perkebunan kelapa sawit dan karet di Propinsi Suamtera Utara. Luasnya lahan perkebunan serta hasil produksi perkebunan kelapa sawit dan karet di Kabupaten Labuhanbatu mempengaruhi berbagai aspek perkeonomian dan penyerapan tenaga kerja yang berpengaruh terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Labuhanbatu.

LIPI dan Kemenristek Dikti mendukung langkah baik dari Kabupaten Labuhanbatu dalam pengembangan KST di Rantauprapat. LIPI dan Kemenristek Dikti juga menyarankan agar Kawasan Sains dan Teknologi di Rantauprapat harus multifungsi sebagai eduwisata dan edu agribisnis agar pemanfaatannya optimal dan tidak kaku, hal ini mengingat Balitbang Kabupaten Labuhanbatu belum memiliki fungsional peneliti jika membuat Science Technopark. Namun jika Taman Technopark sangat cocok di Rantauprapat sebagai inkubasi bisnis dari inovasi-inovasi produk perkebunan dan rolel model untuk memberikan pengarahan dan pendidikan bagi sekolah maupun perguruan tinggi lainnya yang ada di Kabupaten Labuhanbatu. Sektor industri pengolahan merupakan sector terbesar penyumbang PDRB di Kabupaten Labuhanbatu. Sektor ini erat kaitannya dengan proses produksi pada sector pertanian (on farm) dengan kegiatan dan pemasaran (off farm).