Tak Berkategori

Seminar Proposal Indeks Kepuasaan Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Labuhanbatu

Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat UUD tahun 1945. Membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik merupakan kegiatan yang harus dilakukan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara dan penduduk tentang peningkatan pelayanan publik. Untuk mengetahui kinerja pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat, perlu dilakukan penilaian atas pendapat masyarakat terhadap pelayanan melalui penyusunan indeks kepuasan masyarakat (IKM) sebagai tolok ukur terhadap optimalisasi kinerja pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat.

Kepala Balitbang Hobol Zulkifli Rangkuti, S.Sos. MM pada sambutanya mengatakan Salah satu pelayanan publik adalah dibidang kesehatan, untuk itu perlu diukur indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu. Kabupaten Labuhanbatu sedang menjaring inovasi daerah melalui Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) dengan melibatkan ABGCM (Akademisi, Bisnis, Goverment, Comunity,Media). Melalui kegiatan ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang dapat meningkatkan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu.

Berdasarkan data kesehatan Kabupaten Labuhanbatu tahun 2017 pada Profil Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu 2018 ditemukan bahwa:

  1. Persentase cakupan pelayanan K1 tahun 2017 sebesar 91,61% atau sebanyak 11.176 ibu hamil dari 12.199 ibu hamil yang ada pada tahun 2017, dan pelayanan K4 tahun 2017 sebesar 84,44% atau 10.301 ibu hamil dari 12.199 ibu hamil yang ada;
  2. Persentase cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2017 sebesar 84,45% (9.833 ibu hamil) dari 11.644 sasaran ibu hamil pada Tahun 2017;
  3. Persentase cakupan Ibu Hamil Resiko Tinggi yang dirujuk dan ditangani sebesar 73,74% (1.799 ibu hamil) dari 2.440 perkiraan ibu hamil risti/komplikasi. Angka ini belum mencapai target Tahun 2017 yaitu 80%;
  4. Persentase cakupan pelayanan ibu nifas tahun 2017 sebesar 83,09% (9.675 ibu bersalin) dari 11.644 ibu bersalin yang ada. Angka ini belum mencapai target Kabupaten Labuhanbatu tahun 2017 yaitu 90%;
  5. Persentase cakupan Kunjungan Neonatal (KN1) tahun 2017 sebesar 99,44 % dan Kunjungan Neonatal Lengkap (KN3) mencapai 97,66% (9.696 bayi) dari 9.928 bayi lahir hidup. Angka ini belum mencapai target SPM Nasional yaitu 100%;
  6. Pada tahun 2017, jumlah peserta KB baru adalah 19,38%, sedangkan peserta KB aktif sebesar 76,15% dari 83.779 PUS yang ada;
  7. Pencapaian UCI (Universal Child Immunization) Tahun 2017 mencapai 92,86%. Angka ini belum mencapai target yaitu 97% tahun 2017;
  8. Jumlah kematian neonatal, bayi, dan balita baik laki-laki maupun perempuan di Kabupaten Labuhanbatu pada tahun 2017 secara berturut-turut sebanyak 55, 50, 1, dan 51 jiwa; dan
  9. Jumlah kematian ibu, baik kematian ibu hamil, kematian ibu bersalin, kematian ibu nifas di Kabupaten Labuhanbatu pada tahun 2017 sebanyak 15 orang (Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, 2018).

Gambaran pelayanan kesehatan di puskesmas di atas, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan keluarga berencana, pelayanan imunisasi, serta jumlah kematian, tentunya menggambarkan kondisi dan potret kualitas kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu. Untuk meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu, agar Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan penambahan tenaga kesehatan di Puskesmas-puskesmas, dokter umum terutama dokter gigi, tenaga analis, tenaga farmasi, tenaga administrasi dan tenaga gizi serta adanya dokter spesialis yang melakukan kunjungan/visite ke puskesmas-puskesmas rawat inap sehingga dengan adanya tenaga-tenaga tersebut sangat mendukung untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas.