Artikel

Melihat Kreativitas Plt Bupati “Menjolok” APBN Untuk Labuhanbatu Dengan Inovasi

Belum genap dua bulan Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT menjadi Pelaksana Tugas Bupati Labuhanbatu, namun sejumlah terobasan untuk pembangunan bumi “Ika Bina En Pabolo” ini terus dilakukannya.

Teranyar, Andi Suhaimi menargetkan agar Kabupaten Labuhanbatu dapat mencapaiĀ  Innovative Government Award (IGA) 2019.

IGA merupakan program Kementrian Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Adapun tujuan program ini antara lain untuk memacu dan memotivasi pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam pelayanan masyarakat serta mendorong agar arah penyelenggaraan pemerintah dan pembengunan daerah sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional yang selaras dengan penerapan good governance (pemerintahan yang baik).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemkab Labuhanbatu Hobol Zulkifli Rangkuti S.Sos, MM mengatakan, komitmen Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT untuk mencapai target memperoleh IGA 2019 telah dimulai dengan membuktikan Tim Pelaksana Replikasi Inovasi Daerah Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan surat Keputusan Bupati Labuhanbatu Nomor 070/98/LITBANG/2018.

Selain itu, untuk menindaklanjuti keinginan memperoleh IGA 2019 tersebut, Plt Bupati Labuhanbatu lewat surat nomor 070/3360/Litbang-I/VIII/2018 meminta agar para Kepala OPD segera memenuhi persyaratan-persyaratan untuk memenuhi kriteria utama yang harus dimiliki Pemkab Labuhanbatu sebagai syarat penentu kelayakan penerima IGA 2019.

Adapun yang diminta Plt Bupati Labuhanbatu untuk dilaksanakan dalam rangka mengejar target pencapaian IGA itu yakni, pertama, para OPD agar bekerjasama agar penetapan Perda APBD 2019 dapat terlaksana tepat waktu dengan mengikuti tahapan dan target waktu pada Permendagri nomor 38 tahun 2018 tentang penyusunan APBD 2019.

Kedua, seluruh OPD agar bekerjasama untuk dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Badan Pemeriksa Keuangan (PPK).

Ketiga, seluruh OPD terkait sebagai penanggung jawab aplikasi e-govermenment agar menerapkan aplikasinya pada tahun 2018 dalam perencanaan (e-planning), penganggaran (e-budgeting), perizinan (e-perizinan)dan penilaian kinerja (e-kinerja).

Keempat, Plt Bupati meminta agar seluruh OPD wajib memiliki minimal satu inovasi yang diterapkan sesuai dengan visi, misi dan program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2016-2021.

Terakhir, seluruh OPD terkait melaksanakan jadwal tentative pelaksanaan monitoring dan evaluasi pencapaian target IGA tahun 2019 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Karena memang, unutk persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh IGa itu antara lain penetapan Perda APBD tepat waktu, Opini BPK atas LKPD minimal Wajar Tanpa Pengecualian, penggunaan e-government dan penerapan inovasi daerah. Jadi itu harus dipenuhi terlebih dahulu ” katanya.

Hobol menambahkan, penerapan aplikasi e-government menjadi satu faktor penting untuk mencapai target itu.Apalagi, inovasi daerah yang diminta sebagaimana syarat mencapai Iga 2019 juga diukur dengan penggunaan aplikasi e-government.

Dalam penerapan aplikasi e-government, sambung dia, bertindak sebagai penyedia infrastruktur adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo, yang harus membangun Smart City atau data center.

Amatan penulis, Diskominfo dibawah pinpinan Kepala Dinas M.Ihsan Harahap ST, telah membangun smart city atau data center tersebut pada tahun 2017 lalu, di Setdakab Labuhanbatu.

Dalam ruangan data center yang dibangun Diskominfo itu, terdapat server aplikasi e-government yakni perencanaan (e-planning), penganggaran (e-budgeting), perizinan (e-perizinan) dan penilaian kinerja (e-kinerja).

Sementara itu, Balitbang sendiri beberapa waktu lalu sudah membangun aplikasi e-kinerja bekerjasama dengan Politeknik Negeri Medan Universitas Sumatera Utara (USU). Saat ini, aplikasi itu sudah dapat beroperasi dan tinggal proses penginputan data para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.

Karenanya Hobol berharap agar seluruh OPD di lingkungan Pemkab Labuhanbatu segera mengisi data ASN masing-masing dan menginputnya ke dalam sistem aplikasi e-kinerja sehingga aplikasi itu dapat efektif difungsikan.

“Penginputan data ke dalam sistem aplikasi ini sangat penting. Sebab nantinya tunjangan kinerja para ASN akan dibayar berdasarkan kinerja dan bukan lagi berdasarkan jabatan” terang Hobol.

Lebih jauh Hobol mengatakan, program PltĀ  Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT untuk mencapai target memperoleh IGA merupakan hal yang sangat kreatif . Sebab, jika itu tercapai maka Pemkab Labuhanbatu akan mendapat suntikan Dana Insentiv Daerah (DID) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) minimal sebesar Rp 40 miliar dan maksimal rp 200 miliarc. Dana itu tentunya akan sangat berguna untuk melaksanakan pembangunan dan pelayanan untuk masyarakat Kabupaten Labuhanbatu.

“Program Plt Bupati Labuhanbatu ini sangat kreatif sekali. Karena ini merupakan cara “menjolok” anggaran dari pusat untuk pembangunan daerah Labuhanbatu yang positif. Dengan cara ini, kita akan terhindar dari lobi-lobi tidak sehat yang pada akhirnya menjerat kita secara hukum seperti yang dialami beberapa daerah, karena harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Kurupsi” terang Hobol.

 

 

Sumber: Tapbloid Labuhanbatu Kita Edisi September 2018