Artikel

Balitbang Labuhanbatu dan PPKS Pamerkan Program Kelapa Sawit untuk Rakyat

Rantauprapat (SIB) –Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemkab Labuhanbatu bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan menyosialisasikan penggunaan bibit unggul kelapa sawit berkualitas untuk rakyat. Program sawit untuk rakyat (Prowitra) dipamerkan di stand yang dibuka Balitbang pada Pameran Labuhanbatu Expo 2017, mulai Rabu-Sabtu (18-21/10), di Lapangan Ikabina Rantauprapat.

“Kita perlu menyosialisasikan penggunaan bibit yang baik untuk perkebunan sawit dan petani. Apalagi, saat ini banyak tanaman sawit petani sudah memasuki fase replanting (peremajaan/tumbang-tanam), sehingga diimbau agar rakyat menggunakan varietas kecambah yang terjamin dan bersertifikat,” kata Kepala Balitbang Labuhanbatu, Hobol Zulkifli Rangkuti, Kamis (19/10).

Dalam sosialisasi dan pameran ini, Balitbang dan PPKS memamerkan/memajang varietas bibit unggul produk PPKS Medan dan produk turunan industri sawit. Brosur-brosur juga diberikan kepada pengunjung stand, bahkan pengunjung boleh memesan bibit unggul, kecambah bertulisan PPKS sebagai pertanda asli.

Produk kecambah dari PPKS terdapat 8 varietas pengembangan PPKS, yaitu varietas Dumpy (Dy x P SP-1) dengan hasil rata-rata 25 Kg/tandan atau tandan buah segar 28 ton/Ha/tahun dengan potensi 32 ton/Ha/tahun, varietad DxP Avros dengan rata-rata 16 Kg/tandan atau 27 ton/Ha/tahun dan potensi 30 ton/Ha/tahun, varietas DxP Simalungun dengan hasil 19,2 Kg/tandan atau 28,4 ton/Ha/tahun, varietas DxP PPKS 540 dengan hasil rata-rata 15,4 Kg/tandan atau 27,5 ton/Ha/tahun, varietas DxP Yangambi dengan hasil rata-rata 16 Kg/tandan atau 28 ton/Ha/tahun, varietas DxP PPKS 718 dengan hasil rata-rata berat 22,8 Kg/tandan atau 26,5 ton/Ha/tahun, varietas DxP PPKS 239 (Yangambi) dengan hasil rata-rata 17,2 Kg/tandan atau 32 ton/Ha/tahun dan varietas Langkat (DxP Langkat) dengan hasil rata-rata 19 Kg/tandan atau 27,5 ton/Ha/tahun.

Petugas PUP (pemasaran) PPKS, Mahfiardi menyebut varietas Dumpy merupakan varietas dengan keunggulan spesifik laju pertumbuhan meninggi yang lambat (<55 cm/tahun), mampu mencapai umur ekonomi hingga 30 tahun atau lebih lama dari varietas lain, juga memiliki keragaan batang yang relatif besar, sehinggs cocok ditanam di lahan gambut untuk mengurangi potensi rebah/tidur/miring. Varietas jenis SP540 dengan daya adaptasi yang cukup luas, dapat ditanam di berbagai tipe lahan kelapa sawit (wilayah datar sampai bergelombang). Varietas jenis Yangambi memiliki keunggulan bobot tandan yang relatif besar. Sedangkan varietas Langkat menghasilkan potensi CPO hingga 8,3 ton/Ha/tahun. Cocok ditanam di areal bergelombang dan berbukit, dan dapat berbuah pada umur 22 bulan setelah tanam.

PPKS menggagas Prowitra (Program Sawit untuk Rakyat), setelah mendengar keluhan petani sawit tentang minimnya pengetahuan tentang budidaya dan sulitnya mengakses benih sawit unggul.

“Makanya dalam Prowitra dilakukan sosialisasi benih unggul, diseminasi penerapan kultur teknis dan penjualan benih unggul secara langsung ke sentra-sentra perkebunan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Balitbang lebih pada teknologi inovasi, sebagaimana amanah Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, salahsatunya Labuhanbatu smart city untuk pelayanan umum kepada masyarakat dengan aplikasi online berbasis website. Transaksinya langsung ke bank, sehingga masyarakat datang ke kantor hanya mengambil dokumen yang dimohonkan. (BR6/h)

Sumber: http://hariansib.co/view/Marsipature-Hutanabe/185626/Balitbang-Labuhanbatu-dan-PPKS-Pamerkan-Program-Kelapa-Sawit-untuk-Rakyat.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *